Allianz menduduki peringkat Dow Jones Sustainability Index 2018 sebagai perusahaan asuransi yang paling berkelanjutan


Allianz menduduki peringkat Dow Jones Sustainability Index 2018 sebagai perusahaan asuransi yang paling berkelanjutan

Allianz Grup meraih posisi teratas sebagai pemimpin sektor di antara semua perusahaan asuransi dalam peringkat bergengsi Dow Jones Sustainability Index (DJSI).

LIHAT LEBIH LANJUT

Ini adalah yang kedua kalinya sejak tahun 2017. Dalam hasil The World’s Most Relevant Sustainability Index, Allianz meraih 85 poin dari 100 poin dimana skor rata-rata sektor perusahaan asuransi berada di angka 47 poin. Hal ini juga menegaskan bahwa Allianz merupakan perusahaan asuransi terbaik dalam penerapan strategi perlindungan iklim, pengembangan sumber daya manusia, keamanan informasi, strategi pajak dan inklusi keuangan.

 

DJSI adalah salah satu peringkat keberlanjutan paling diakui di dunia yang dibuat berdasarkan RobecoSAM Corporate Sustainability Assessment (CSA). CSA menilai perusahaan berdasarkan public transparency yang dilakukan oleh perusahaan serta public disclosures dan data internal yang diberikan. Penilaian ini mengukur berbagai aspek dari segi ekonomi, lingkungan dan sosial; seperti program sumber daya manusia, kompensasi pejabat eksekutif, kebijakan pajak, hak-hak pemegang saham, kepatuhan dan program anti-korupsi, manajemen dan kinerja lingkungan, keterlibatan sosial perusahaan, kepuasan pelanggan, serta penilaian dari aspek lainnya.

 

Sejak tahun 2000, Allianz telah menjadi bagian dari DJSI yang memberikan penilaian terhadap kriteria lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). Terdapat hanya 2.500 perusahaan yang dinilai paling berkelanjutan yang tergabung dalam Dow Jones Global Total Stock Market Index (DJGTSM).

 

“Kami sangat senang dengan hasil ini. Ini menunjukkan bahwa fokus kami pada lingkungan ekologi, sosial dan tata kelola diakui oleh para ahli keberlanjutan di luar sana,” ujar Günther Thallinger, Anggota Dewan Manajemen Allianz SE. “Sebagai perusahaan penyedia asuransi dan investor yang bertanggung jawab, kami terus berupaya untuk berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di semua lini pasar yang kami masuki.” lanjut Günther Thallinger. Hal ini dibuktikan dengan menghadirkan produk asuransi yang berkelanjutan, operasi bisnis ramah lingungan serta terlibat dalam berbagai aktifitas sosial yang mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan ekologi dan sosial. Bentuk nyata dari kontribusi tersebut terlihat dari pencapaian tahun lalu, di antaranya:

 

  • Menghadirkan 165 produk asuransi dan keuangan yang memiliki manfaat terhadap lingkungan ekologi dan sosial
  • Senilai 5,6 Milyar Euro diinvestasikan dalam energi terbarukan (data per 31 Desember 2017)
  • Pengurangan jejak karbon per karyawan sebesar 17 persen (dibandingkan dengan tahun 2010)
  • Keterlibatan karyawan dalam aktifitas sosial yang dilakukan secara sukarela selama total 80.000 jam kerja serta donasi senilai 20 Juta Euro

 

Allianz memiliki tujuan jangka panjang tersendiri untuk perlindungan iklim dengan bergabung ke dalam Science Based Target Initiative (SBTi). Ke depannya, target dua derajat yang tertuang dalam Perjanjian Iklim Paris akan diintegrasikan ke dalam nilai investasi dari premi nasabah.

 

Untuk mendukung transformasi jangka panjang menuju ekonomi rendah karbon, Allianz melakukan dialog aktif dengan perusahaan lainnya untuk menentukan dan menerapkan target perlindungan iklim di masing-masing perusahaan.  Hal ini telah dilakukan dengan perusahaan dari empat sektor yang memiliki konsumsi energi paling intensif, termasuk sektor transportasi. Di sektor energi, kandungan maksimum batubara akan diturunkan dari 30 persen menjadi 25 persen pada 31 Desember 2022. Persentase ini mengacu pada pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan pertambangan dari penambangan batubara, juga pada persentase daya listrik yang dihasilkan dari batubara oleh perusahaan di sektor energi.

 

Allianz saat ini bekerja dengan ahli iklim ternama, organisasi non-pemerintah dan perusahaan yang tergabung dalam SBTi untuk mengembangkan perangkat analisis yang dapat dipasarkan kepada para investor untuk mengintegrasikan target dua derajat. Hal ini didasari pada fakta bahwa banyak perusahaan belum dapat membuat misi yang tepat tentang pengurangan emisi gas rumah kaca atau emisi dari supply chain karena kurangnya data dan informasi prosedur yang tepat.

 

"Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sebagai investor jangka panjang, kita perlu metode tepat untuk mengevaluasi strategi perlindungan iklim yang dilakukan oleh perusahaan yang kami modali. Ke depannya, adaptasi model bisnis yang mendukung realisasi target dua derajat akan menjadi salah satu penilaian penting untuk portofolio kami," jelas Günther Thallinger. "Sangat penting untuk mengurangi pemanasan global secepat mungkin, namuin ini hanya akan berhasil jika lingkungan bisnis dan politik mengarah ke tujuan tersebut," tambahnya.

 

Untuk mencapai target dua derajat, Allianz juga akan mengurangi emisi secara signifikan, salah satunya adalah dengan menggunakan listrik dari energi terbarukan untuk operasi bisnis Allianz Grup dalam beberapa tahun ke depan.